SORONG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Papua Barat Daya menggelar buka puasa bersama warga binaan di Lapas Kelas IIB Sorong, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi, sekaligus bentuk kepedulian terhadap warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan.
Ketua DPW PKB Papua Barat Daya Abdullah Gazam mengatakan, agenda tersebut merupakan bagian dari wujud politik kemanusiaan yang diusung partainya.
“Kalau berbagi di jalan itu sudah biasa. Tapi bagaimana menyasar saudara-saudara kita yang dalam tanda petik tidak bisa bebas keluar. Sehingga kita datangi mereka, kita sambung silaturahmi, kita sambung rindu karena ternyata di sini banyak teman, saudara dan sahabat,” ujar Gazam.
Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus berbagi kebahagiaan.

Ia berharap, kehadiran DPW PKB di dalam lapas dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi warga binaan, khususnya yang beragama Islam dan sedang menjalankan ibadah puasa.
“Tujuan kita hari ini hanya dua, semata-mata menyambung silaturahmi dan buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan,” tegasnya.
Gazam juga berpesan kepada warga binaan agar tetap semangat, menjaga kesehatan, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk berbenah diri.
Ia mengaku salut melihat antusiasme warga binaan dalam menjalankan ibadah, mulai dari puasa, zikir, mengaji hingga salat sunnah.
“Saya bangga karena walaupun dalam keterbatasan, mereka sangat antusias menjalankan ibadah Ramadhan. Itu tanda yang baik,” ungkapnya.

Secara kelembagaan, ia turut mengapresiasi kinerja Kepala Lapas Sorong yang baru. Menurutnya, dalam delapan bulan terakhir terlihat perubahan positif, termasuk citra Lapas Sorong yang relatif kondusif tanpa pemberitaan miring.
“Ini harus terus kita support. Tugas ini bukan ringan, tapi kami melihat ada sesuatu yang berbeda. Harapan kita, Lapas Sorong bisa naik kelas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sorong Sukarna Trisna Atmaja menyampaikan apresiasi dan terima kasih, atas kunjungan DPW PKB Papua Barat Daya dalam rangka safari Ramadhan.
“Kami sangat antusias dan berterima kasih kepada Ketua DPW PKB dan jajaran yang telah datang untuk melaksanakan safari Ramadhan. Ini bentuk dukungan bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri melalui pola-pola pembinaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama bulan Ramadhan pihaknya menjalankan program khusus berupa pesantren kilat bagi warga binaan Muslim. Program tersebut mencakup pembelajaran membaca Al-Quran, tausiyah, hingga hafalan ayat-ayat suci.
“Harapannya setelah bebas nanti, mereka sudah siap kembali ke keluarga dan masyarakat, bahkan bisa berguna bagi bangsa dan negara,” jelasnya.
Ditambahkan Sukarna, saat ini Lapas Sorong dihuni 550 orang warga binaan, dengan 189 orang diantaranya beragama Islam. Padahal, kapasitas ideal lapas tersebut hanya 214 orang, sehingga kondisi saat ini tergolong over kapasitas.













