Berita  

Cetak 285 Sarjana Baru, UNAMIN Sorong Tegaskan Diri sebagai Pabrik SDM Unggul Papua

Sorong- Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di Papua Barat Daya dengan mewisuda 285 mahasiswa pada tahun akademik 2025–2026.

Momen ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga menjadi simbol lahirnya generasi baru yang siap menjawab tantangan zaman.
Ratusan wisudawan tersebut berasal dari berbagai program studi, diantaranya Manajemen (13 orang), Pengolahan Hasil Perikanan (3 orang), Teknik Sipil (36 orang), Manajemen Sumber Daya Perairan (5 orang), Ilmu Administrasi Negara (15 orang), Teknik Informatika (43 orang), Hukum (52 orang), Magister Hukum (48 orang), Sosiologi (18 orang), Pendidikan Matematika (2 orang), Pendidikan Bahasa Inggris (3 orang), Perencanaan Wilayah dan Kota (2 orang), Kehutanan (6 orang), Agroteknologi (6 orang), Ilmu Pemerintahan (18 orang) dan Teknik Industri (5 orang).

Rektor UNAMIN Sorong, Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H., menegaskan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa yang kini mencapai 7.883 orang pada tahun akademik 2025-2026 berdasarkan laporan Kemendikbudristek, menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kampus tersebut.

 

 

“Ini bukan sekadar angka, tetapi representasi kepercayaan publik terhadap UNAMIN,” ujarnya dalam Acara Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXV UNAMIN Sorong yang berlangsung di Hotel Vega Sorong, Selasa (5/5/2026).

Hingga saat ini, kata Rektor, UNAMIN telah meluluskan total 13.820 alumni, termasuk 285 wisudawan terbaru. Rektor juga menekankan bahwa di tengah perkembangan pesat, kampus tetap berpegang pada nilai-nilai dasar pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada pembangunan daerah.

Sejumlah nama mencuri perhatian sebagai lulusan terbaik dengan predikat cumlaude. Diantaranya Paknum Bauw (Magister Hukum) dengan IPK 3,97, Yusuf Amir Aryansyah (Ilmu Hukum) IPK 3,97, serta Kharisma Dewi Sukma Wardani (Agroteknologi) dengan IPK 3,97. Sementara itu, predikat lulusan terbaik tingkat universitas diraih oleh Yusuf Amir Ardiansyah, SH, dengan IPK 3,97 yang menyelesaikan studi hanya dalam 3 tahun 5 bulan.

Lanjut Muhammad Ali, UNAMIN juga menunjukkan karakter kuat sebagai kampus inklusif. Komposisi mahasiswa didominasi putra-putri Papua, dengan 46,5% Orang Asli Papua (OAP), 28,8% lahir dan besar di Papua, serta 24,7% dari luar Papua.

Dari sisi keberagaman agama, sambugnya, UNAMIN mencerminkan harmoni yang kuat: 49,52% mahasiswa beragama Kristen Protestan, 44,01% Islam, 6,36% Katolik, dan 0,01% lainnya. Kondisi ini memperkuat peran kampus sebagai ruang toleransi dan kebhinekaan.

Rektor UNAMIN juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua wisudawan, atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus dalam mendidik putra-putri mereka. Ia berharap para lulusan mampu menjadi kebanggaan keluarga, almamater dan masyarakat.

Menurutnya, dengan semangat inklusivitas, kualitas akademik, serta dukungan pemerintah, UNAMIN Sorong terus melangkah sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia unggul yang siap membangun Papua Barat Daya menuju masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau memberikan pesan tegas kepada para lulusan agar tidak hanya bergantung pada peluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kuota ASN sangat terbatas. Kalau bisa, jadilah pengusaha. Ciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari kerja,” tegasnya.

Ia juga mendorong para lulusan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial dan pembangunan di Papua Barat Daya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan, termasuk melalui bantuan studi akhir yang disalurkan langsung ke kampus demi memastikan tepat sasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *