Polresta Sorong Kota menyiapkan langkah pengamanan maksimal menjelang perayaan Idulfitri, melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang akan berlangsung selama 13 hari.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 200 personel kepolisian dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Sorong.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amri Siahaan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan enam pos pengamanan yang ditempatkan di sejumlah titik keramaian di kota tersebut.

“Dalam Operasi Ketupat tahun 2026 ini, Polresta Sorong Kota melibatkan sekitar 200 personel. Nantinya akan diisi enam pos, yaitu dua pos pengamanan, dua pos pelayanan dan dua pos terpadu yang ditempatkan di titik-titik keramaian,” ujar Amri.
Menurutnya, setiap pos memiliki fungsi yang berbeda, terutama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran. Pos pelayanan disiapkan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat, khususnya bagi warga yang baru tiba dari luar daerah.
“Bagi masyarakat yang mungkin kelelahan saat baru tiba di Sorong dari luar daerah, silakan beristirahat di pos yang telah disediakan,” jelasnya.
Selain itu, kepolisian juga mengantisipasi meningkatnya potensi tindak kriminalitas saat libur Lebaran, terutama karena banyak warga yang meninggalkan rumah untuk mudik. Untuk itu, patroli rutin akan dilakukan di kawasan permukiman dan kompleks perumahan yang ditinggalkan penghuninya.

“Kami tetap akan melakukan patroli dan mengecek rumah atau kompleks yang ditinggalkan warga untuk meminimalisir terjadinya pencurian, sehingga masyarakat yang merayakan Idulfitri dapat merasa aman,” tambahnya.
Kapolresta juga memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Sorong hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali. Meski demikian, sejumlah titik yang dianggap rawan tetap menjadi fokus pemantauan aparat.
Beberapa kawasan seperti Rufei dan Pasar Modern akan terus dipantau melalui patroli rutin serta dukungan personel di lapangan, termasuk keterlibatan Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari unsur TNI.
“Untuk titik kerawanan tetap kami lakukan patroli, terutama di daerah Rufei dan Pasar Modern. Pemantauan juga dilakukan melalui Bhabinkamtibmas serta Babinsa dari pihak TNI,” katanya.
Terkait potensi konflik sosial yang sempat terjadi selama bulan Ramadan, seperti pemalangan jalan dan perselisihan antarwarga, pihak kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dan kolaboratif.

Menurut Amri, kepolisian akan menggandeng tokoh masyarakat, kepala suku, serta tokoh pemuda untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.
“Apabila terjadi konflik sosial, kami selalu mengedepankan pendekatan persuasif. Kami juga memberdayakan tokoh masyarakat, kepala suku, serta merangkul tokoh pemuda agar bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, Polresta Sorong Kota berharap pelaksanaan Idulfitri tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan penuh khidmat bagi seluruh masyarakat.
Pantauan media ini, usai apel gelar pasukan, dilanjutkan dengan pemusnahan minuman keras (miras) lokal jenis cap tikus sebanyak 170 liter yang berhasil diamankan selama Bulan Ramadhan.













